Wisuda Tasyakkur Hifdh Juz Amma

Wisuda Tasyakkur Hifdh Juz Amma

Al-Amien Prenduan, Tahfidh. Pagi ini, (6/2) Wisuda Tasyakkur Hifdh Juz Amma, sukses dilaksanakan. Bertempat di GESERNA Putri Al-Amien Prenduan, Acara berlangsung dengan penuh hidmah dan lancar.

Pukul 6.30, para wali peserta tasyakkur hifdh juz amma, mulai memadati ruangan, Panitia memberlakukan akses masuk berbeda untuk walisantri. Untuk Bapak-bapak, melalui pintu barat, sementara untuk Ibu-ibu melalui pintu utama, dari sisi utara GESERNA. Acara ini, diikuti oleh 559 Peserta Tasyakkur, yang terdiri dari 223 Putra dan 336, Putri, Majelis Kiai, Mudir-mudir Ma’ahid dilingkungan Al-Amien Prenduan, serta Wali Tasyakkur Hifdh Juz Amma.

Tepat pukul 7.30, acara dimulai. Ayahanda, Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA., Ph.D membuka secara langsung acara ini. Dalam pengantar pembukaannya, beliau menyebutkan beberapa tokoh penting dari pendirian Ma’had Tahfidh Al-Qur’an, “…wal faatihah, khusus yang memiliki ide pertama, memberi pendapat pertama, usulan pertama, kepada ayahanda KH. Muhammad Tidjani, untuk mendirikan Tahifdh Qur’an pertama kali di Al-Amien, yaitu asy-Syaikh Bakar Khumais, dan bersama orang yang menyumbang masjid Jami’ Al-Amien, sampai sekarang nama beliau disembunyikan, tidak disebut, hanya hamba Allah…”.

Acara dilanjutkan dengan lanjutan pembacaan Al-Qur’an yang dibacakan oleh seluruh peserta putra, tasyakkur hifdh juz Amma, dan ditutup dengan pembacaan doa allahummarhamnaa bil Qur’an.
Acara berlanjut, Ayahanda KH. Moh Khoiri Husni, selaku Pengasuh Ma’had Tahfidh Al-Qur’an menyampaikan laporan dari pelaksanaan Wisuda tasyakkur kali ini. Beliau mengawali dengan mengajak seluruh audience untuk bersyukur atas segala nikmat dari Allah, dan ucapan terima kasih kepada seluruh wali peserta tasyakkur yang sudah berkenan menghadiri acara. Kemudian, beliau melanjutkan dengan laporan detail pencapaian para peserta tasyakkur, mulai dari jumlah peserta bedasarkan kelas, hingga pencapaian Juz selama nyantri di Tahfidh Al-Amien.

Acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda, serta pembacaan wisudawan-wisudawati terbaik dalam tasyakkur Hifdh Juz Amma Kali ini.

Prosesi Wisuda Tasyakkur Hifdh Juz Amma

Sementara itu, Ayahanda KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA., Ph.D., menjadi pembicara tunggal (mauidhoh hasanah) dalam acara kali ini. Diawal tausiyahnya, beliau menyampaikan selamat kepada seluruh peserta wisudawan-wisudawati atas pencapaiannya kali ini. Beliau juga menyampaikan penghargaan kepada wali santri, atas kerjasama dan kesabarannya mendampingi dan memasrahkan putra-putrinya ke Pesantren, “… atas bertahan sabarnya bapak-ibu, selama berbulan-bulan, sejak memasrahkan dalam keadaan situasi yang kurang baik pandemi ini, kepada kami”. kemudian beliau mengajak beliau mengevaluasi, “… coba tanya kepada putra-putri ibu, berapa banyak teman-temannya yang umur nyantrinya gak lebih dari seminggu, ada yang dua minggu, ada yang sebulan, ada yang dua bulan…”. dawuh beliau lebih lanjut. “berarti hari ini… adalah hari al-falaah lakum.”

Beliau juga mengajak wali wisudawan-wisudawati untuk bersabar dan ikhlas, tidak hanya kepada pesantren, namun juga terhadap putra-putrinya, lalu beliau menekankan akan pentingnya keikhlasan dalam pesantren, “ikhlas menerima, segala pendidikan kami”, dawuh beliau, “tanpa kepercayaan, salah satu jiwa, nyawa, pondok al-Amien yang pertama adalah keikhlasan”, tegas beliau penuh tenaga, “karena tanpa keikhlasan, sistem pendidikan takkan berjalan. Keikhlasan melahirkan keyakinan, percaya, lebih-lebih lagi, yakin kepada Allah”.

Ayahanda juga mengingatkan bahwa buah dari keikhalasan dan kesabaran, adalah baiknya perbuatan, bukan banyaknya amal, “…bukan Aktsaru amala, bukan banyaknya bapak-ibu…”, waduh beliau penuh intonasi, “.. tapi kualitasnya”. Beliau kemudian melanjutkan dengan keistimewaan dari para penghafal Al-qur’an sebagai keluarga Allah.

Di akhir tausiyahnya, ayahanda mengajak kepada walisantri untuk sabar menemani putra-putrinya dalam pendidikan di pesantren, “…bapak ibu, jangan merasa (waktu pendidikan) itu panjang, masih lama”, dawuh beliau, “Tidak Pak”, tegas beliau. “Empat limat tahun itu sebentar untuk kehidupan putra-putri dan bapak-ibu, dibandingkan keuntungan (dari Allah), Allah memberi keuntungan duni akhirat, sepuluh tahun, dua puluh tahun, tiga puluh tahun kedepan…”

Tepat pukul 10.15 wib, acara berakhir. Ditutup dengan doa yang dibacakan oleh wakil Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, ayahanda KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA.

Share via

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Contact
PSB
Login

Subscribe to Our Newsletters

Jangan lewatkan update terbaru dari kami ! 📩 Subscribe sekarang untuk mendapatkan konten eksklusif, tips bermanfaat, dan info terbaru ke inbox Anda