Ujian Terbuka Hifdh 30 Juz: Moh. Iwan Rizqi Buktikan Ketekunan dalam Menjaga Kalamullah

Ujian Terbuka Hifdh 30 Juz: Moh. Iwan Rizqi Buktikan Ketekunan dalam Menjaga Kalamullah

Al-Amien Prenduan, Tahfidh Pa (10/3) – Sore ini, Senin 10 Maret 2025, menjadi satu dari sekian momen bersejarah bagi santri Tahfidh Al-Amien Prenduan, Khususnya Ananda Moh. Iwan Rizqi. Seba’da Shalat Ashar berjamaah tadi, ratusan santri, para asatidz, dan mudir berkumpul di majlis Tahfidh Al-Amien untuk menyaksikan Ujian Terbuka Hifdh Al-Qur’an 30 Juz bil ghoib. Kali ini, Moh. Iwan Rizqi, santri kelas 6 MA asal Pamekasan, menjadi santri yang lolos dan siap untuk diuji. Turut hadir dalam acara ini ayahanda Iwan, Bapak Anton Taufani, yang dengan penuh haru menyaksikan perjuangan putranya dalam menjaga Kalamullah.

Acara dibuka dengan sambutan dari Pengasuh Tahfidh Al-Amien, KH. Moh. Khoiri Husni. Dalam tausiyahnya, Kiai Khoiri menyampaikan empat poin penting yang sarat makna. Pertama, Syukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada Iwan dan seluruh keluarga besar MTA Al-Amien Prenduan. “Syukur adalah kunci keberkahan. Apa yang kita saksikan hari ini adalah bukti bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan usaha hamba-Nya,” dawuh beliau. Kedua, kesempatan untuk menghafal 30 Juz Al-Qur’an. “Tidak semua orang diberi kesempatan ini. Maka, siapa pun yang mendapatkannya harus bersyukur dan menjaganya dengan sepenuh hati,” lanjut Kiai Khoiri. Ketiga, nikmat luar biasa bagi para penghafal Al-Qur’an adalah sebagai Ahlullah, “Mereka adalah keluarga Allah di dunia. Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di akhirat kelak,” tegas beliau. Keempat, kegiatan ini sebagai motivasi bagi santri lain. “Prestasi Iwan hari ini harusnya menjadi cambuk semangat bagi santri-santri lain untuk terus berlomba dalam kebaikan,” dawuh beliau menutup paparan yang kemudian dilanjutkan dengan doa.

Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan prosesi ujian. Ananda Iwan Rizqi diuji untuk membaca 30 Juz Al-Qur’an sekali duduk, dengan memperhatikan fashohah (ketepatan bacaan), tajwid, dan kelancaran. Tidak ada interupsi atau permintaan sambung ayat, karena fokus ujian adalah kemampuan Iwan dalam menjaga konsistensi dan ketepatan bacaan dari awal hingga akhir. Suasana hening menyelimuti ruangan saat Iwan melantunkan ayat demi ayat dengan penuh khidmat. Mulai dari Surah Al-Fatihah hingga An-Nas, suaranya yang tenang namun penuh keyakinan mengalir lancar, seolah membawa seluruh hadirin menyusuri setiap huruf dan makna yang terkandung dalam Kitab Suci.

Perjalanan Iwan hingga mencapai momen ini tidaklah mudah. Sebelum tiba di ujian terbuka, ia harus melewati serangkaian fase ketat. Mulai dari try out hafalan yang digelar rutin pada waktu tertentu, kemudian tes istimrorul ayat (melanjutkan ayat secara acak), hingga latihan intensif di bawah bimbingan para muhaffidz. “Proses ini seperti menempa besi. Butuh kesabaran, ketekunan, dan doa yang tak putus,” ujar Ust. Agus Wedi, S.Pd.I., Mudir Ketahfidhan MTA.

Keberhasilan Iwan mencatatkan namanya sebagai santri ke-10 yang berhasil melaksanakan ujian terbuka 30 Juz pada tahun 2025. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan lembaga, tetapi juga bukti nyata komitmen Tahfidh Al-Amien dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang unggul dan berakhlak mulia.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kiai Khoiri. Beliau berpesan, “Jadikan Al-Qur’an sebagai panduan hidup. Bukan hanya dihafal, tetapi diresapi dan diamalkan.”

Informasi lengkap seputar kegiatan Majelis Tahfidh Al-Amien Prenduan dapat diakses di mta.al-amien.ac.id atau melalui media sosial resmi @tahfidzalamien

Share via

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Contact
PSB
Login

Subscribe to Our Newsletters

Jangan lewatkan update terbaru dari kami ! 📩 Subscribe sekarang untuk mendapatkan konten eksklusif, tips bermanfaat, dan info terbaru ke inbox Anda