Al-Amien Prenduan (30/1) – Ma’had Tahfidh Al-Qur’an (MTA) kembali melaksanakan Ujian Terbuka 30 Juz bil-Ghoib, kali ini yang berkesempatan adalah Fithriyah Hanun, yang berhasil melaksanakan Ujian Terbuka 30 Juz dengan penuh khidmat dan keberkahan. Acara yang digelar pada Kamis, 30 Januari 2025, dimulai setelah sholat Ashar, menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras Fithriyah dalam menghafal Al-Qur’an. Fithriyah merupakan santri putri ketiga (khusus tahun ini), yang sukses menempuh ujian terbuka 30 Juz, setelah sebelumnya Dita Octaviana Romadhani dan Wafiqatun Nuraniyah juga berhasil melaksanakan ujian serupa.

Fithriyah Hanun, santri kelas 6 MA asal Bangkalan, telah mempersiapkan diri dengan tekun untuk menghadapi ujian yang menjadi puncak dari perjalanan panjangnya dalam menghafal Al-Qur’an, setidaknya di Fase ini, di PP. Al-Amien Prenduan. Sejak duduk di SMP, Fithriyah telah menunjukkan minat yang besar terhadap Al-Qur’an, dan melalui bimbingan para ustadz dan ustadzah di Ma’had Tahfidh Al-Qur’an, ia berhasil mencapai tahap ini dengan penuh kesabaran dan ketekunan. Tidak hanya berprestasi di Bidang Hafalan Al-Qur’an, Ananda Fithriyah Hanun bersama Wafiqatun Nuraniyah, sempat menjuarai Even Musabaqah Famil Quran dalam MTQ Provinsi Jawa Timur dan mendapatkan juara 2.
Acara Ujian Terbuka 30 Juz dilaksanakan di Musholla Tahfidh Putri, diawali dengan tausiyah oleh KH. Junaidi Rasyidi, selaku Mudir Aam MTA Al-Amien Prenduan. Dalam tausiyahnya, KH. Junaidi Rasyidi menekankan pentingnya menjaga hafalan Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Acara kemudian dilanjutkan dengan tawassul kepada para masyayikh dan muassis pondok, sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk keberkahan ilmu yang telah diberikan. Setelah itu, acara inti berupa pembacaan Al-Qur’an 30 juz bil ghoib oleh ananda Fithriyah Hanun pun dimulai. Dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan, Fithriyah membacakan hafalannya dihadapan para penguji dan para santri putri.

Perjalanan menuju ujian terbuka ini tentunya tidak mudah. Fithriyah harus melalui tahapan yang ketat, mulai dari Try Out 1 untuk menguji hafalan 12 Juz secara nonstop, Try Out 2, hingga tes istimrorul ayat yang menguji konsistensi hafalan dengan metode menyerupai seleksi MTQ. Selain itu, Fithriyah juga mengikuti latihan tambahan secara intensif di rumah para guru keluarga untuk memantapkan hafalannya. Proses ini membutuhkan disiplin tinggi, kesabaran, dan dukungan penuh dari para pembimbing serta lingkungan pondok.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah Nyai, Ustadzah, dan disaksikan oleh seluruh santri Tahfidh Putri. Meskipun orang tua Fithriyah tidak dapat hadir secara langsung, semangat dan doa mereka tetap menyertai perjuangan putrinya dari jauh. Suasana khidmat dan haru pun terasa sepanjang acara, terutama saat Fithriyah membacakan hafalannya dengan lancar dan penuh penghayatan.
Ustadzah Halimah, selaku bagian ketahfidhan Tahfidh putri juga mengapresiasi prestasi Fithriyah. “Keberhasilan Fithriyah ini adalah buah dari kerja keras dan ketekunan yang luar biasa. Kami berharap, prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi santri-santri lainnya untuk terus bersemangat dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an,” Ucap beliau dalam acara tersebut.

Keberhasilan Fithriyah Hanun dalam Ujian Terbuka 30 Juz ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika Ma’had Tahfidh Al-Qur’an. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi santri-santri lainnya untuk terus bersemangat dalam menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an.
Share via