M. Mujahid Farhan, Santri yatim-piatu itu membuktikan dirinya sebagai Hafidh Al-Qur’an.

M. Mujahid Farhan, Santri yatim-piatu itu membuktikan dirinya sebagai Hafidh Al-Qur’an.

Al-Amien Prenduan, Tahfidh Putra (27/2) – Pondok Pesantren Tahfidh Al-Amien Prenduan kembali menggelar ujian terbuka hafalan Al-Qur’an 30 Juz bil ghoib. Acara yang digelar Kamis (27/2) ba’da shalat Ashar ini, menjadi momen bersejarah bagi Moh. Mujahid Farhan, santri kelas 6 MA asal Kalimantan, yang berhasil mengikuti Ujian terbuka dan akan membaca hafalan Al-Qur’an Ananda 30 Juz, dalam satu majelis. Tidak sekadar ujian, malam itu menjadi saksi perjalanan panjang Farhan yang dipenuhi latihan ketat, try out hafalan, hingga tes istimrorul ayat (pengulangan ayat acak), sebelum akhirnya ia berdiri teguh di hadapan tim penguji, keluarga, dan ratusan santri yang hadir.

Tausiyah Ayahanda KH. Moh. Khoiri Husni.
Acara dibuka dengan sambutan pengantar dari Pengasuh Tahfidh Al-Amien Prenduan, KH. Moh. Khoiri Husni. Dalam tausiyahnya, Kiai Khoiri menekankan keutamaan salam dalam Islam. “Salam adalah pintu perdamaian. Ketika kita mengucap ‘Assalamu’alaikum’, kita sedang mendoakan keselamatan untuk sesama. Jawablah dengan penuh keikhlasan, “Fahayyu biahsana minhaa, au rudduhaa..” dawuh beliau penuh ketegasan.

Beliau juga menyoroti perjuangan Farhan sebagai bentuk kesyukuran. “Allah tidak pernah menyia-nyiakan usaha hamba-Nya. Apa yang kita saksikan sore ini adalah buah dari ketekunan, air mata, dan doa yang tak putus. Jadikan ini motivasi untuk semua santri: Al-Qur’an akan memuliakan siapa pun yang bersungguh-sungguh menjaganya,” tambahnya.

Tahap Ujian: Sore Hingga Malam, 30 Juz Dibaca Tuntas
Usai tausiyah, Ust. Agus Wedi, S.Pd.I., Mudir Ketahfidhan MTA, memimpin tawassul bersama sebagai bentuk permohonan kelancaran, keberkahan dan mendoakan muassis pondok dan para guru-guru. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan khotmul Qur’an sekaligus ujian terbuka oleh Ananda Farhan. Sekira pukul 16.00 WIB, ujian terbuka 30 Juz bolghoib resmi dimulai.

Dengan penuh ketenangan, Farhan membacakan hafalannya dihadapan seluruh santri putra dan tim penguji. Mulai dari Surah Al-Fatihah hingga An-Nas, ia melantunkan ayat demi ayat tanpa melihat teks (bil ghoib), diuji ketepatan tajwid, makhraj, dan konsistensi kelancaran.

Perjalanan Berliku: Anak yatim-piatu itu, menjadi Hafidh Qur’an
Ananda Farhan sempat diuji dengan ujian yang luar biasa diawal ananda masuk ke pesantren. Jika banyak santri baru yang lain diuji dengan kerasan dan “gudikan”, ananda diuji dengan ditinggalkan oleh dua orang terkasihnya. Hanya berselang beberapa minggu Ananda masuk ke pesantren, Ayah yang mengantarkan ananda ke Pesantren, dan Ibundanya dipanggil menghadap Tuhan sang Maha segala. Dengan didukung penuh oleh saudara dan keluarga, serta para asatidz dan kiai, bahkan tidak sedikit walisantri yang juga tergerak, Ananda terus berjuang dan berproses di Pesantren Al-Amien Prenduan. Dalam waktu tiga tahun, Ananda telah menyelesaikan setoran hafalan Al-Qur’an, dengan secara intensif, Ananda dibimbing oleh Ust. Hizbullah Maulana untuk kemudian bisa mencapai fase ujian terbuka ini. Tidak mudah memang, Ananda harus melewati serangkaian tahap tes yang ketat. Mulai dari try out hafalan yang digelar setiap juz tertentu, tes istimrorul ayat (layaknya Musabaqah hifdh Al-Qur’an), hingga latihan intensif membaca sekali duduk di bawah bimbingan para muhaffidz. “Saya pernah merasa hampir menyerah ketika ada juz-juz yang selalu sulit melekat di ingatan. Tapi para guru selalu mengingatkan: Al-Qur’an adalah syifa’ (obat). Justru di saat lelah, ia menjadi penenang,” kisah Farhan singkat sebelum ujian.

Santri Kesembilan Tahun Ini: Kebanggaan dan Tanggung Jawab
Keberhasilan Farhan mencatatkan namanya sebagai santri putra kesembilan di Tahfidz Al-Amien Prenduan yang berhasil menuntaskan ujian terbuka 30 Juz bil ghoib pada tahun ini. Sebuah prestasi yang tidak hanya membanggakan keluarga dan lembaga, tetapi juga menjadi bukti komitmen Pesantren Tahfidh Al-Amien dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang konsisten. “Farhan adalah contoh nyata bahwa kesuksesan hafalan tidak lahir instan. Butuh disiplin, evaluasi terus-menerus, dan tawakkal,” tegas Ust. Agus Wedi.

Alfu mabruk untuk ananda Moh. Mujahid Farhan! Semoga senantiasa istiqomah bersama Al-Qur’an, menjadi syafaat baginya dan keluarganya di akhirat kelak. Seraya berharap semoga semakin banyak generasi penerus yang terinspirasi untuk menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan mereka.

Informasi lengkap seputar kegiatan Majelis Tahfidh Al-Amien Prenduan dapat diakses di mta.al-amien.ac.id atau melalui media sosial resmi @tahfidzalamien.

________________________________________

Fotografer : Hisyam Syafa’at Anwaruddin
Editor : Walidil Kutub

Share via

1 Comments

  1. Barakallah adik Farhan, semoga menjadi wasilah dilapangkan kubur Abi ummi yaa dek 🤲

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Contact
PSB
Login

Subscribe to Our Newsletters

Jangan lewatkan update terbaru dari kami ! 📩 Subscribe sekarang untuk mendapatkan konten eksklusif, tips bermanfaat, dan info terbaru ke inbox Anda