Al-Amien Prenduan, Tahfidz — Suasana pagi di Gedung SMA Tahfidz Al-Amien terasa khidmat, pagi ini (19/5) tepat pukul 06.30 WIB, acara pembukaan Asesmen Akhir Jenjang untuk kelas IX SMP Tahfidz Al-Amien resmi dimulai, dengan tausiyah penuh motivasi dari Ayahanda Pengasuh Tahfidz, KH. Moh. Khoiri Husni.
Dalam tausiyahnya yang penuh semangat, beliau menekankan betapa dahsyatnya kekuatan doa (The Power of Doa) dalam meraih kesuksesan, baik di dunia maupun akhirat, lebih-lebih menghadapi ujian. “Doa”, dawuh beliau, “adalah senjata utama seorang mukmin. Ia mengubah takdir, melampaui batas kemampuan manusia, dan mendatangkan pertolongan Allah di saat kita paling membutuhkan,” tegas beliau dengan penuh penekanan. Beliau kemudian membahas arti dan tafsir dari doa yang biasa dibaca saat akan belajar, Robbisyroh lii shodrii, Wa yassir lii amrii , Wahlul ‘uqdatan min lisaanii, Yafqohuu qowlii.

KH. Khoiri Husni mengingatkan para santri, bahwa doa bukan sekadar ritual, melainkan spiritual power yang harus dibarengi dengan keyakinan (yaqin), kesungguhan (ijtihad), dan kepasrahan (tawakkal). “Ketika doa dipadu dengan ikhtiar, Allah akan membukakan jalan yang tak terduga,” dawuh beliau, disambut dengan penuh Khidmah oleh seluruh santri.
Selain mengupas kekuatan doa, KH. Khoiri Husni juga memaparkan lima kunci sukses belajar yang menjadi pegangan santri Al-Amien:
- Ikhlas – “Ikhlas , adalah ruh dari setiap pekerjaan”, dawuh beliau, kemudian beliau menambahkan “bahkan Riwayat lain menyebutkan bahwa Ikhlas, adalah ruh dari ibadah”. Oleh karenaya, dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak seluruh santri untuk Ikhlas dalam belajar, Ikhlas mondok di Tahfidz Al-Amien, “… ikhlaslah belajar!, ikhlaslah kalian, pondok di Tahfidh (Al-Amien). Dan niatkan belajar untuk ibadah, bukan sekadar nilai apalagi berharap pujian,” dawuh beliau menambahkan.
- Doa – Beliau juga menghimbau santri untuk meminta kepada orang tua, guru, dan tentu saja, diri sendiri.
- Belajar – beliau juga menakankan agar jangan berhenti pada Ikhlas dan Doa, namun juga harus dibarengi dengan usaha, “…Belajar!, bukan tawakkal Namanya kalo datang ke tempat ujian sementara kalian tidak mempersiapkan diri untuk ujian. Maka belajarlah!”.
- Tawakkal – Santri diajak untuk berserah diri kepada Allah setelah ketiga poin diatas dilaksanakan, karena tidak ada tawakkal tanpa usaha, dan usaha tanpa tawakkal itu adalah kesombongan. Dawuh beliau, “Setelah berusaha dan berdoa, serahkan semua pada Allah. Tawakkal adalah bukti kepercayaan kita pada janji-Nya.”
- Akhlaqul Karimah – Akhlaq, menjadi poin terakhir dari kunci sukses tersebut, dawuh beliau “Al-Aadzabu fauqa kulli syai’, Adab diatas segalanya!”, dawuh beliau. “…maka hormati guru, santun lah pada teman, dan jaga kejujuran. Itulah bekal sesungguhnya.”

Acara yang dihadiri oleh seluruh siswa kelas IX SMP Tahfidz Al-Amien beserta dewan guru ini ditutup dengan doa bersama, yang dipimpin langsung oleh pengasuh Tahfidz Al-Amien.
Dengan pesan-pesan menggugah ini, diharapkan para peserta asesmen tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mental dan spiritual. The Power of Doa dan lima kunci sukses tersebut diharapkan menjadi panduan mereka meraih hasil terbaik.

