Tahfidh Putri (02/01) – Seba’da shalat Ashar sore ini, Ananda Wafiqotun Nuraniyah, santri kelas 6 MA asal Sumenep, melaksanakan ujian terbuka Hifdh Al-Qur’an 30 Juz bil ghoib di hadapan para santri dan asatidz Tahfidz Al-Amien Prenduan. Ananda Wafiqotun Nuraniyah merupakan santri putri kedua yang berhasil melaksanakan ujian terbuka 30 Juz bilghoib tahun ini, setelah sebelumnya Ananda Dita Octaviana Ramadhani, santri kelas 6 MA asal Lampung, menyelesaikan ujian serupa beberapa waktu yang lalu.

Sebelum pelaksanaan ujian terbuka, acara diawali dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Junaidi Rasyidi, Mudir Aam Tahfidz Al-Amien. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan pentingnya rasa syukur atas nikmat Allah SWT, khususnya nikmat bisa hidup bersama Al-Qur’an, belajar dan berkembang ditengah suasana Al-Qur’an. Beliau juga memberikan semangat kepada seluruh santri untuk terus menguatkan tekad agar bisa mengikuti jejak teman-temannya yang telah sukses menjadi hafidh dan hafidhah. Tak lupa, beliau mendoakan Ananda Wafiqotun Nuraniyah agar mendapatkan keberkahan, senantiasa istiqomah bersama Al-Qur’an, dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.
Perjalanan menuju ujian terbuka ini tentunya tidak mudah. Ananda Wafiqotun harus melalui tahapan yang ketat, mulai dari Try Out 1 untuk menguji hafalan 12 Juz secara nonstop, Try Out 2, hingga tes istimrorul ayat yang menguji konsistensi hafalan dengan metode menyerupai seleksi MTQ. Selain itu, Ananda juga mengikuti latihan tambahan secara intensif di rumah para guru keluarga untuk memantapkan hafalannya.

Ananda Wafiqotun Nuraniyah menjadi bagian dari santri yang terus membuktikan tekad kuatnya dalam menjaga Al-Qur’an di tengah padatnya aktivitas pesantren. Sebagaimana diketahui, santri kelas Akhir saat ini, sedang melaksanakan Program ‘Amaliyah Tadris.
Alfu mabruk untuk Ananda Wafiqotun Nuraniyah. Semoga keberkahan senantiasa menyertai, menjadi syafaat bagi Ananda, keluarga khususnya ibunda Ananda yang telah mendahului. Semoga Allah limpahkan kesehatan, keberkahan dan istiqomah untuk hidup dan menghidupi Al-Qur’an.
Share via