Mengenang KH. Ahmad Hasan

Mengenang KH. Ahmad Hasan

Beliau kini berpulang, sungguh kabar yang sangat mengejutkan, mengingat beliau yang tampak segar dan energik, hampir tidak pernah terdengar beliau sakit. Kabar tersebut kami dapatkan, tadi malam, sekitar jam 19.00 wib, saat salah seorang ustadz menelpon, “Ustadz… Kiai Ahmad Hasan wafat”, ujar suara dari seberang.  Saya kembali bertanya, apa informasi ini benar?, karena beberapa minggu lalu, seingat saya, beliau sempat ke Pondok dan tampak segar dan bugar.

 
Saya banyak bertemu dengan walisantri yang luar biasa, namun beliau sungguh berbeda, sangat berbeda, dan sungguh luarbiasa. Beliau Adalah KH. Ahmad Hasan, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Muhasabah wal Mahabbah bi taharil imam, Malang. dan disaat yang sama, beliau adalah ketua yayasan Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri ‘Asali Fadlaailir Rahmah, Sananrejo, turen, Malang. nama terakhir, Pondok beliau banyak dikenal Masyarakat dengan Masjid Tiban, Turen. 

Ditengah padatnya kegiatan dakwah, beliau selalu menyempatkan diri untuk mengantar putra-putri beliau ke Pesantren, ke Al-Amien Prenduan. Hal ini menunjukkan komitmen tinggi beliau, terhadap pendidikan Pesantren untuk putra-putri beliau. Putra pertama, Ust Zainul Arifin Ahmad, yang lulus di tahun 2013, dilanjutkan Usth Umniyati Amna ummi farihah Ahmad (2018), disusul kemudian oleh Usth Sarirotuz Zahro Ummi Syarifah Ahmad (Lulus 2019), dan Usth Imroatul Jazilah Ummi Azizah Ahmad (lulus 2021). Keempat putra-putri beliau, seluruhnya lulusan Al-Amien Prenduan, Tahfidh Al-Amien Prenduan, kecuali putra pertama beliau yang pindah dari Tahfidh ke TMI Al-Amien Prenduan saat kelas 5, dan kesamaan dari ketiga Putri beliau, adalah kesemuanya Haafidhah, semuanya, mendapatkan predikat the best of the best Hifdh Kaamilul Qur’an. Tidak berhenti disitu, ketiga Putri beliau juga berprestasi dibidang akademik, pun halnya sang kakak, Ust Zainul Arifin, yang juga berprestasi di TMI Al-Amien Prenduan, dan saat ini sedang melanjutkan pendidikan di Yaman. 

Jejak sang Kakak, juga dilanjutkan oleh adik-adik beliau, Usth. Amna, dan Usth Sarirotuz Zahrah, menyusul sang kakak ke melanjutkan pendidikan di Yaman, sementara Usth Imroatul Jazilah, masih tafarrugh dan mengabdi di Tahfidh Al-Amien Prenduan. 

Generasi Kiai Ahmad Hasan, di Al-Amien Prenduan terus berlanjut, Dhiya’ Al Khooliqiyah (saat ini duduk di kelas 5 Tahfidh Putri), Quthbi Aftaahillah Ahmad ‘Asyiq Maulana II (Kelas 3), dan Amiirah Akabirillah Ahlona Asyiiq Maula II (Kelas 1), kesemuanya masih aktif sebagai santri-santriwati Al-Amien Prenduan. 

Almukarram, KH. Ahmad Hasan, wafat pada hari Rabu, 22 September 2021 atau bertepatan dengan 15 Safar 1443 H, diusia beliau yang ke-51. Kami bersaksi bahwa beliau adalah orang yang shalih dan mushleh, Semoga Allah mengampuni segala dosa, melipat gandakan segala amal kebajikannya, serta menempatkan beliau, ditempat yang mulia, berkumpul bersama para anbiya’ wal mursaliin, bersama para auliya wal mujaahidin. Amien…

Share via

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Contact
PSB
Login

Subscribe to Our Newsletters

Jangan lewatkan update terbaru dari kami ! 📩 Subscribe sekarang untuk mendapatkan konten eksklusif, tips bermanfaat, dan info terbaru ke inbox Anda