Sabila, Pejuang itu berpulang.

Sabila, Pejuang itu berpulang.

Pagi berselimut awan, seluruh santri Al-Amien Prenduan menjadi saksi dihantarkannya Ananda Sabila Azizah ke peristirahatan terakhirnya. Pemakaman di Komplek Al-Amien Prenduan. Setelah pada hari sebelumnya, Ananda meninggal di RSUD Pamekasan.

Sabila Azizah Nakhrawi, putri dari pasangan Muhammad Nakhrowi dan ibu Siti Makrifah, merupakan santriwati yang baik, shalihah dan memiliki kepribadian yang baik. Sejak lulus Madrasah Ibtidaiyah, Ananda yang berdomisili di Kepulauan Yapen Provinsi Papua, melanjutkan Pendidikan nya di Ma’had Tahfidh Al-Qur’an Al-Amien Prenduan. 

Diterima di kelas Tamhidi, tidak menyurutkan langkah ananda untuk terus melanjutkan pendidikan di Tahfidh Al-Amien, dan Alhamdulillah, perjalanan dan Perjuangan pun berbuah, ananda lulus di tahun 2021, Angkatan ke-13 Tahfidz Putri Al-Amien.

Tidak ada keluhan atau riwayat sakit serius diwaktu sebelumnya, hingga kemudian, pendidikan ananda berlanjut di Darul Khoirot, Pasean Pamekasan. Di Pondok ini, ananda fokus penguatan dan pengembangan kualitas Hafalan Al-Qur’an. dan kabar itupun tiba, terdengar kabar, ananda sakit. “Hari selasa 20 Juli, ananda sempat mengeluh pusing”, demikian yang disampaikan oleh ust. Rosyadi selaku Pengasuh Pesantren Al-khoirot Pamekasan, “lalu kami tangani, dan alhamdulillah membaik”, lanjut beliau. selepas itu, ananda beraktivitas seperti biasa.

Berselang satu minggu, ananda kembali sakit, kali ini ananda langsung dibawa ke klinik Tegengser Pasean, dilanjutkan dengan cek lab 3 hari kemudian, dan hasilnya mengharusnya ananda untuk dirujuk ke RSUD Pamekasan. “Paru-paru ananda mengalami bengkak yang parah”, kata dr. Khusairi saat membaca hasil lab ananda Sabila Azizah “harus segera dirujuk ke RSUD Pamekasan”, lanjut beliau.

Tepat tanggal 2 Agustus 2021, Ananda dirawat di RSUD Pamekasan, vonis dokter waktu itu, ananda menderita sakit jantung, dan dimasukkan ke ruang CVCU, RSUD Pamekasan. Sempat mengalami perkembangan yang baik, sebelum akhirnya ananda kembali drop, kali ini, ananda divonis radang otak (Miningitis), tepat tujuh hari Pasca dirawat, 9 Agustus 2021. Ananda terus berjuang melawan penyakit yang diderita, pendampingan dari Pesantren, terus dilakukan, perawatan intensif dari perawat dan dokter terus dioptimalkan. Namun Allah berkata lain, pada tanggal 12 Agustus 2021, Ananda tidak sadarkan diri (Koma), segala usaha, dilakukan, doa bersama juga dirapalkan, hingga Allah kemudian memanggil ananda dengan tenang, pada hari Sabtu, 6 Muharram 1443 H atau bertepatan dengan 14 Agustus 2021 M, ananda berpulang ke rahmatullah.

Ananda, adalah santri yang baik, meninggal di jalan kemulyaan, jalan penuntut ilmu. Tidak sekedar menuntut ilmu, ananda juga menempuh jalan para penjaga kalam-NYA, memantaskan diri untuk menjadi keluarganya di Syurga, kami yakin, ananda adalah syahidah, semoga Allah mencatatnya sebagai Ahli Syurga, mencatatnya sebagai keluarga-Nya di dunia, dan menjadi wasilah diangkatnya derajat orang tua dan keluarga di sisi-Nya. Amien.

Albaqa’ lillah… Innaalillahi wainnaa ilaihi raajiun 
yaa ayyatuhannafsul muthmainnah, irji’ie ilaa rabbiki raadhiyatan mardhiyyah…
Fadkhulii fii ibaadii wad khulii jannatii.

Share via

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Contact
PSB
Login

Subscribe to Our Newsletters

Jangan lewatkan update terbaru dari kami ! 📩 Subscribe sekarang untuk mendapatkan konten eksklusif, tips bermanfaat, dan info terbaru ke inbox Anda