
PRENDUAN — Melanjutkan rentetan kegiatan Pekan Bahasa (Usbu’ul Lughah), Ma’had Tahfidh Al-Qur’an (MTA) Putra Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menggelar acara Tasyjī’ul Lughah (Motivasi Berbahasa) pada sore hari ini, pukul 16.45 WIB, bertempat di Majelis MTA Putra. Acara ini menghadirkan Ustadz Zainal Abidin, Lc., M.A. sebagai pemateri utama.
Ustadz Zainal Abidin menekankan pentingnya kedudukan bahasa Arab bagi seorang muslim dan santri. Beliau menyampaikan bahwa bahasa Arab adalah kunci dari segala pintu ilmu, mengingat pedoman utama umat Islam—yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits—berbahasa Arab. Oleh karena itu, mempelajari dan menguasai bahasa Arab hukumnya adalah wajib bagi seluruh santri.
Beliau juga memberikan tips praktis dan motivasi dalam mempraktikkan bahasa sehari-hari. Ketika hendak berbicara dan mendapati ada mufradat (kosakata) yang belum diketahui, santri tidak perlu ragu untuk menyisipkannya terlebih dahulu dalam kalimat bahasa Arab yang diucapkan, yang kemudian menjadi tugas rumah (PR) bagi santri untuk mencari tahu arti mufradat tersebut. Secara khusus, beliau mengimbau kepada seluruh santri kelas niha’ie (kelas akhir) agar senantiasa menjadi uswatun hasanah (teladan yang baik) dalam berbahasa bagi adik-adik kelasnya.
Guna menjadi mahir dalam berbahasa Arab, Ustadz Zainal Abidin membagikan formula utamanya:
Niat yang Kuat: Tanamkan komitmen dalam diri, “Saya harus bisa berbahasa Arab pada tahun ini!”
Praktik Setiap Hari: Tidak berbicara kecuali menggunakan bahasa Arab dalam keseharian.
Istiqamah dan Tazwīdul Mufrodāt: Rutin menambah kosakata serta konsisten menjalankannya.
Abaikan Cemoohan: Tidak perlu memedulikan cemoohan atau celaan orang lain. Yang terpenting adalah perkembangan diri yang terus menanjak ke atas dan tidak berhenti (stuck) di tempat hanya karena perkataan orang.
Suasana majelis semakin hidup saat memasuki sesi tanya jawab. Ustadz Zainal Abidin memberikan pertanyaan kepada para santri. Ketika beliau bertanya, “Apa bahasa Arabnya ‘Aku ingin belajar bahasa Arab dengan sungguh-sungguh’?”, santri bernama Abdurrahman Aufa Faqih dengan antusias menjawab, “Urīdu an ata’allamal ‘arabiyyata bil ijtihād.”
Selanjutnya, pada pertanyaan kedua mengenai bahasa Arab dari “Aku berangkat sekolah jalan kaki”, santri Moh. Sulaiman Rasyid berhasil menjawab dengan tepat, “Adzhabu ilal madrasati māsyiyan.”
Rangkaian acara Tasyjī’ul Lughah ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan diakhiri dengan harapan bersama. Semoga ilmu yang didapatkan pada sore hari ini menjadi ilmu yang nāfi’ (bermanfaat) serta membawa keberkahan bagi seluruh santri dan lembaga, karena bersama kita bisa menjaga mahkota pondok. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Para santri MTA Putra menyimak dengan penuh perhatian kegiatan Tasyjī’ul Lughah. Semangat mereka menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membiasakan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi sehari-hari di lingkungan pondok.
Sebab kemampuan berbahasa tidak lahir hanya dari teori, tetapi dari keberanian untuk memulai, mempraktikkan, dan terus membiasakan diri.
Semoga semangat berbahasa Arab terus tumbuh dalam diri seluruh santri dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga mahkota pondok.
Urīdu an ata’allamal ‘arabiyyata bil ijtihād.
#UsbulLughah #PekanBahasa #TasyjiulLughah #BahasaArab #MTAAlAmien #AlAmienPrenduan #SantriAlAmien #PondokPesantren #MaHadTahfidhAlQuran #Santri #BahasaArabSantri #MenjagaMahkotaPondok
Share via