
SUMENEP — Ma’had Tahfidh Al-Qur’an Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, menggelar Ujian Terbuka Hifdh Al-Qur’an 30 Juz Bil Ghoib untuk yang pertama di tahun ini. Ujian perdana ini diikuti oleh Ahmad Ramadhani, santri kelas 6 MA (Niha’ie) asal Lumajang, yang bertempat di Majelis Ma’had Tahfidh Al-Qur’an.
Keberhasilan Ahmad Ramadhani dalam menghafal hingga melangkah ke ujian 30 juz bil ghoib ini tak lepas dari peran besar sang muhaffidh, Ustadz Hisyam Syafa’at Anwaruddin. Di bawah bimbingan beliau sejak kelas 4, Ahmad Ramadhani terus ditempa hingga mampu menyelesaikan dan mengikuti ujian terbuka ini.
Acara resmi dibuka langsung oleh Pengasuh Ma’had Tahfidh Al-Qur’an, KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I. Dalam dawuhnya, beliau mengingatkan para santri tentang pentingnya memanfaatkan waktu dan meluruskan niat dalam menuntut ilmu serta menghafal al quran.
”Kita dilahirkan dari rahim ibu kita dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa. Proses untuk mendapatkan ilmu adalah dengan belajar. Buanglah rasa malas dalam diri kita karena umur dan waktu yang kita miliki tidak dapat kembali. Maksimalkan waktu yang telah Allah berikan kepada kita, karena masa muda adalah masa emas bagi kita untuk belajar serta menghafal,”.
Kemudian, beliau juga menjelaskan makna doa dan pentingnya bersandar pada pertolongan Allah SWT dalam setiap ikhtiar.
”Dalam berdoa kita haruslah ikhlas, karena sesungguhnya hakikat doa adalah untuk diri kita sendiri. Selalu berharap ridho dan rahmat Allah dalam setiap langkah kita, karena tiada pencapaian yang dapat kita raih kecuali atas izin serta pertolongan dari Allah SWT,”.
Pelaksanaan Ujian Terbuka Hifdh Al-Qur’an 30 Juz Bil Ghoib Ahmad Ramadhani ini dimulai pukul 16.10 WIB dan dijadwalkan berlangsung hingga selesai esok hari.


