
SUMENEP, AL-AMIEN – Rangkaian program santri kelas akhir (niha’ie) Ma’had Tahfidh Al-Quran (MTA) Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan terus berlanjut. Berlokasi di Majelis MTA Putra, para santri mengikuti Pembekalan Program Praktek Imam Shalat bersama Ust. Fahmi Fattah, S.Sos.I., Selasa malam (08/09/2026) pukul 20.00 WIB.
Sesi pembekalan diawali dengan penjelasan mengenai keutamaan shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki. Ust. Fahmi Fattah dawuh bahwa betapa besarnya ganjaran dari setiap langkah menuju rumah Allah—termasuk tiap putaran roda kendaraan yang dihitung sebagai pahala dan penghapus dosa. Beliau juga menyisipkan kisah keteladanan sahabat Syaiban r.a. untuk memotivasi para santri agar senantiasa memaksimalkan amal kebaikan.
Masuk pada inti materi, beliau menegaskan bahwa amanah menjadi seorang imam memerlukan keahlian mendasar, baik dari sisi hukum fiqih maupun fasahat Al-Quran.
”Seorang imam bertanggung jawab atas keabsahan shalat jamaahnya. Karena itu, kuasai rukun dan sunnah shalat dengan benar, serta terus perbaiki kualitas bacaan (tahsin). Sebab, yang paling berhak berdiri di mihrab adalah mereka yang paling faham sunnah dan paling bagus bacaan Al-Quran-nya,” tegas Ust. Fahmi Fattah.
Melalui program ini, Panitia Keniha’ian berharap para santri niha’ie memiliki bekal ilmu fiqih yang matang dan kepercayaan diri yang tinggi saat bertugas menjadi imam shalat, baik selama di pesantren maupun di tengah masyarakat mendatang.

