Tahfidh Putri – Ahad (1/3) malam, seba’da shalat tarawih, sekira pukul 20.30 WIB, Musholla Al-Mahmadani, Ma’had Tahfidh Al-Qur’an Putri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, dipadati para santriwati yang mengikuti penuh antusias pembukaan Kuliah Umum Kemasyarakatanoleh ayahanda Dr. KH. Ghozi Mubarok Idris, M.A., Acara pembukaan ini, menandai dimulainya rangkaian pembekalan menjelang libur Ramadhan 1447 H.
Sebagaimana diketahui, kuliah umum kemasyarakat (sebut saja Kulmas), adalah kegiatan rutin insidental, yang dilaksanakan menjelang libur ramadhan atau libur Maulid Nabi. tentu saja ini bukan kegiatan seremoni, melainkan salah satu media pendidikan strategis dalam mempersiapkan santriwati kembali ke tengah masyarakat. Dalam tausiyahnya, Ayahanda KH. Ghozi Mubarok Idris menegaskan bahwa kuliah umum kemasyarakatan memiliki tujuan yang sangat mendasar: membekali santri dengan kesiapan moral, spiritual, dan sosial sebelum menjalani masa liburan.
“Liburan bukan berarti bebas dari tanggung jawab,” dawuh beliau dihadapan seluruh santriwati. Beliau mengingatkan bahwa ada kewajiban-kewajiban yang tetap harus dijaga, terutama kewajiban terhadap diri sendiri. Salah satunya adalah menjaga kebiasaan-kebiasaan baik yang telah tertanam selama berada di pondok.

Menurut beliau, konsistensi adalah kunci. Kebiasaan bangun malam, menjaga hafalan, disiplin waktu, serta adab dalam berinteraksi tidak boleh luntur hanya karena suasana rumah berbeda dengan pesantren. Justru di situlah kualitas seorang santri diuji, mampukah ia mempertahankan nilai-nilai kepesantrenan tanpa pengawasan langsung para ustadzah. Lebih jauh, beliau mengingatkan tentang pentingnya menjaga hati.
“Dan di antara kewajiban pada diri sendiri adalah menjaga hati, dengan cara menjaga pintu-pintunya,” dawuh beliau mengingatkan.
Pesan ini menjadi penekanan penting di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan di luar pesantren. Menjaga pandangan, pendengaran, serta lingkungan pergaulan menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan hati.
Rangkaian KULMAS sendiri akan berlangsung selama beberapa hari, sebagaimana terjadwal dalam agenda resmi Ma’had. Materi yang disampaikan meliputi etika bermasyarakat, dakwah ala santri, implementasi nilai Al-Qur’an dalam kehidupan, hingga evaluasi program Ramadhan. Seluruhnya dirancang sebagai bekal komprehensif agar santriwati tidak hanya pulang sebagai pelajar, tetapi sebagai duta pesantren di tengah keluarga dan masyarakat.
Share via