Al-Amien Prenduan, – Rihlah Tarbawiyah Wa Tanazzuhiyah, demikian kegiatan dinamakan. Setiap santri kelas akhir, baik putra maupun putri, wajib mengikutinya. Tepatnya hari selasa, 15 Februari 2022, kegiatan ini resmi dilaksanakan setelah dua hari sebelumnya, santri-santriwati kelas akhir mendapatkan bimbingan dan pendampingan terkait apa yang harus dilakukan selama kegiatan ini berlangsung. “… Kegiatan ini, adalah Rihlah Tarbawiyah Wa Tanazzuhiyah, Perjalanan atau safari yang mengandung dua unsur utama, pendidikan dan rekreasi.” dawuh Ut Akh Habibi Walidil Kutub, M.Pd saat mengisi pengarahan pra-Rihlah,”dan antunna, harus bisa mendapatkan itu!”, lanjut beliau.
Tahun ini kota Malang dan Kota Batu, menjadi destinasi Rihlah Tarbawiyah wa Tanazzuhiyah, untuk putra maupun putri. Tentu saja, Panitia sudah mengatur sedemikian rupa, sehingga rombongan putra dan putri tidak akan bertemu pada satu titik tertentu.
Senin, 14 Februari 2022, rombongan sudah stand by di titik kumpul, namun tepat pukul 00:40, rombongan putra dan putri, secara terpisah, bertolak dari pondok pesantren menuju Malang. Rombongan terbagi dalam 5 bus besar (2 bus untuk rombongan santri putra serta 3 bus untuk rombongan santri putri). Masing-masing bus, terdiri atas Pendamping Senior dan beberapa Ustadz atau Ustadzah. Putra misalnya, Bis-1 dipimpin oleh Almukarram Ust H Hasbullah Bisri, dan Bus-2 dipimpin oleh Ust Akh Habibi Walidil Kutub, M.Pd. Sementara, untuk rombongan Putri, Bis-1 dipimpin langsung oleh KH Junaidi Rasyidi, Bis-2 oleh Ust Fattah Yasin dan Bis-3 dipimpin oleh Ust Lutfiyanto.
Kegiatan ini merupakan program wajib tahunan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan (Kecuali tahun 2021 yang tidak terlaksana karena Pandemi) yang diperuntukan untuk santri kelas Akhir sebagai wadah silaturahim, pendidikan serta sarana untuk memberikan arah/pandangan kepada santriwan dan santriwati kelas akhir untuk kelanjutan studi mereka setelah usai mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Al Amien Prenduan khususnya Ma’had Tahfidh Al-Qur’an baik ke jenjang perkuliahan maupun jenjang pendidikan lainnya.
Mengacu pada konteks program yang diberi nama dengan Rihlah Tarbawiyah Wa Tanazzuhiyah atau perjalanan dalam rangka pelitian dan pembelajaran, di dalam program ini seluruh santriwan dan santriwati kelas akhir akan diajak untuk bercengkrama dengan kampus-kampus modern serta beberapa pondok pesantren.

Untuk safari kampus kali ini, Panitia telah bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai destinasi kunjungan untuk santri putra dan Universitas Islam Malang (UNISMA) sebagai destinasi kunjungan untuk santri Putri, pada kampus-kampus tersebut para santri kelas akhir akan diajak untuk terjun dalam forum dialog interaktif seputar dunia kampus dan program unggulan yang setiap kampus tawarkan, oleh Rektor, dekan maupun Dosen-dosen setiap Universitas.
Tidak ketinggalan, pada safari pondok pesantren, Panitia Pelaksana Program Niha’ie (P3N) Ma’had Tahfidh Al-Qur’an telah menunjuk 6 pondok pesantren untuk bermitra dalam program Rihlah Tarbawiyah Wa Tanazzuhiyah tahun ini antara lain; Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah Putra, Pondok Pesantren Nurul Huda Putra dan Pondok Pesantren Ilmu Qur’an (PIQ) sebagai destinasi Pondok untuk santri Putra, lalu Pondok Pesantren Biharu Bahri ‘Assali Fadhoilirrohma, Pondok Pesantren An-Nur III dan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwah Putri sebagai destinasi safari pondok untuk santri putri.
Program yang akan berlangsung selama 4 hari atau akan berakhir hingga hari Jum’at 18/02/22 ini, diikuti oleh 231 santri (86 santri putra dan 127 santri putri), Ust Zam-Zam Adzkiya sebagai salah seorang panitia P3N menuturkan bahwa “program ini merupakan program yang paling dinantikan oleh seluruh santri kelas akhir, semoga dengan terlaksananya program ini mereka semua (santri kelas akhir, Red) dapat menyelesaikan persyaratan wisuda serta dapat di wisuda semua, Aamin”.

Persyaratan wisuda yang dimaksud adalah persyaratan hafalan Al-Qur’an sebanyak 12 Juz bagi program biasa (SMA) dan 15 Juz atau 30 Juz untuk santri Takhasus atau MA yang harus setorkan dalam satu kali duduk atau setoran bil ghaib sebagai syarat wajib untuk mengamankan tiket wisuda yang besar kemungkinan akan dilaksanakan pada bulan April 2022 mendatang, “Semoga setelah terlaksananya seluruh program kelas akhir terutama program safari ini, seluruh santri kelas Akhir memiliki semangat baru untuk menjadi seorang santri hebat dan menjadi pemimpin umat di masa yang akan datang” ucap salah seorang santri kelas akhir mengenai program Rihlah Tarbawiyah Wa Tanazzuhiyah. (AL)
Share via