Perumpamaan Menghafal Al-Qur’an Seperti Unta  Yang Terlepas Dari Ikatannya

Perumpamaan Menghafal Al-Qur’an Seperti Unta Yang Terlepas Dari Ikatannya

KH. Dr. Ghozi Mubarok Idris, MA sebagai Wakil Pimpinan Dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan membuka secara resmi Ujian Hifdhul Qur’an (UHQ) pada 23 Oktober 2018 jam 19.30 WIB di Masjid Salman Al Mahmadani MTA Al-Amien Prenduan Putri.

Sosok Kyai berkarismatik itu menyampaikan dalam sambutan singkatnya bahwa Al-Qur’an itu lebih cepat kaburnya, lebih cepat larinya dibandingkan unta yang terlepas dari ikatannya. (Al Hadits).

Mengahafal Al-Qur’an, diibaratkan dengan unta yang terlepas dari ikatannya sebab pengembalanya tidak menjaga dengan baik-baik hewan peliharaannya. Maka dari itu beliau berkali-kali mengingatkan santriwati untuk mengulang hafalannya (muroja’ah, muroja’ah, dan muroja’ah), melalui ujian ini santriwati diharapkan dapat menjaga hafalannya agar tidak kabur dan tidak lari seperti perumpamaan unta yang terlepas dari ikatannya.

Tujuan jangka pendek Ujian Hifdhul Qur’an (UHQ) adalah untuk memperkuat dan menjaga hafalan agar tidak hilang, selain itu melalui muroja’ah hafalan maupun muroja’ah Al-Qur’an sesungguhnya kita sedang melakukan taqorrub ila Allah  (mendekatkan diri kepada Allah) dengan  cara yang paling hebat. Al Qur’an memberikan energi kebaikan yang bisa mengubah kita menjadi lebih baik dari waktu ke waktu seperti Umar Bin Khattab yang menyatakan memeluk Islam setelah mendengar salah satu bacaan Ayat Al-Qur’an yaitu Surah Thaha.

Diakhir taushiyahnya beliau berpesan “Melalui ujian Al-Qur’an ini, hendaknya santriwati dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya, sehingga dapat memiliki akhlak yang sesuai dengan Al-Qur’an.

Sementara itu di MTA Al-Amien Prenduan Putra, acara pembukaan ujian Al-Qur’an dimulai setelah pelaksanaan shalat isya’ berjamaah. Acara tersebut dibukan oleh pengasuh MTA Al-Amien Prenduan KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I. Disela-sela tausiyahnya  beliau berpesan bahwa “bil imtihaani yukromul mar’u aw yuhaanu” ujian dapat meninggikan derajat manusia, namun demikian juga sebaliknya. Maka seorang santri diharapkan mampu mengambil nilai-nilai positif dari ujian Al-Qur’an kali ini, sehingga menjadi pribadi-pribadi yang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.

Share via

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Contact
PSB
Login

Subscribe to Our Newsletters

Jangan lewatkan update terbaru dari kami ! 📩 Subscribe sekarang untuk mendapatkan konten eksklusif, tips bermanfaat, dan info terbaru ke inbox Anda