Rangkaian Ujian Hifdh Al-Qur’an Mid-Semester 1, resmi berakhir hari Ahad (1/8) kemarin, baik Tahfidz putra maupun putri memiliki agenda yang sama. Ada waktu dua hari, menjelang ujian tulis, yakni hari senin dan selasa, kami menyebutnya dengan hari tenang. Hari dimana, santri cooling down dari ujian Al-Qur’an, lalu beralih fokus pada ujian selanjutnya, ujian Tulis. Hari ini, Rabu 4 Agustus 2021, santri-santriwati Tahfidz, Al-Amien prenduan, memasuki fase ujian tulis, dan pagi tadi, rangkaian Ujian tulis ini, resmi dibuka.
Jam menunjukkan jam 6, saat seluruh santri putra berkumpul dan berbaris mengikuti acara pembukaan ujian tulis ini di gedung SMA Tahfidz Al-Amien, yang membuka secara resmi ujian kali ini adalah, Ayahanda dan gurunda kami (semoga Allah memanjangan umur beliau dan memberkahi kami semua, Amien) KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengimbau kepada seluruh santri untuk sabar dalam mengikuti setiap proses pendidikan di Pesantren, “…ikuti setiap disiplin yang ada, inshaallah kalian akan menjadi santri yang sholeh dan Mushleh”, dawuh beliau pagi tadi. Beliau juga mengingatkan untuk terus menahan diri dan menjauhi pelanggaran, karena sungguh pelanggaran membawa kita, pada jauhnya ilmu, dan ketidaknyamanan atau tidak tenteram nya kita di pesantren, beliau kemudian menceritakan suatu kasus dimana pelanggaran akan membuka pintu keburukan yang lain, semoga Allah menjaga kita semua.
Diakhir tausiyah, beliau mengajak seluruh santri untuk tetap menjaga diri, menjaga kesehatan sambil terus merapal doa, “…tidak hanya usaha yang kita kuatkan, doa yang juga harus lebih kuat”.

Sementara itu, tepatnya jam 06.00 wib, seluruh santriwati mengikuti acara pembukaan ujian tulis yang dibuka langsung oleh Almukarram ayahanda, KH. Dr. Ghozi Mubarak Idris, MA (semoga Allah memanjangkan umur beliau dan memberkahi kami semua, Amien). Acara berjalan begitu khidmah, semua santriwati teduh dan tenang mendengarkan setiap dawuh yang dilantunkan Almukarram an Ayahanda di lapangan gedung SMP Tahfidz Putri tadi. Beliau mengawali tausiyah dengan mengajak santriwati bersyukur, bawa kita kembali memasuki masa-masa ujian, dawuh beliau “… Saya ingin bersyukur-syukur sungguh-sungguh bahwa kita masuk lagi ke masa ujian ini, kita melihat kembali masa-masa dimana para santri, para ustadzah, mencurahkan perhatian mereka untuk belajar untuk mengawasi santri yang belajar”, beliau juga menyebutkan bahwa waktu yang paling beliau sukai di Pesantren ini adalah waktu ujian, “…karena ketika ujian itulah kita melihat bagaimana para santri, juga para ustadzah, berusaha dengan sekuat tenaga, mencurahkan perhatian yang sangat besar kepada upaya belajar dan menguasai ilmu pengetahuan. Kalau aktifitas-aktifitas belajar antunna itu, kita semua, direkam, kemudian diperlihatkan para orang tua kalian, pada saat ujian, begitu para santri melihat membawa buku kemana-mana, melihat para santri duduk dalam halaqah-halaqah, dalam kelompok-kelompok maupun secara pribadi-pribadi, secara individual, belajar dengan sungguh-sungguh dengan tekun, maka kita akan melihat gambaran dari suasana paling hidup dari proses pendidikan dan pengajaran di Pondok kita”.
Kemudian beliau mengibaratkan masa ujian bagi Pesantren kita, laksana masa-masa ramadhan dalam agama kita, “…Masa-masa ujian itu, kira-kira mirip dengan masa-masa ramadhan dalam agama kita, semua orang beribadah, semuau orang berijtihad, semua orang bersungguh-sungguh mengeluarkan kemampuan dia dan berusaha sekuat tenaga”, dawuh beliau tadi pagi. “jadi, ujian kita mirip dengan ramadhan. Karena itu, …yang aneh itu saya tidak heran dengan santri-santri yang belajar dengan giat pada masa-masa ujian itu, sama seperti kita tidak heran, melihat Ummat islam beribadah dengan sungguh-sungguh dibulan ramadhan!, yang aneh itu, orang masuk bulan ramadhan tapi dia gak beribadah dengan sungguh-sungguh. yang aneh itu, adalah santri masuk masa ujian tetapi dia gak belajar dengan sungguh-sungguh, masih berleha-leha, masih tidak semangat belajar, lalu kapan lagi dia mau belajar sungguh-sungguh kalau dimasa ujian seperti ini masih berleha-leha, santai-santai, tidak sungguh-sungguh belajar. “. Tegas Beliau dalam kesempatan pembukaan tadi pagi.
Kurang lebih pukul 6.30, semua rangkaian pembukaan ujian tulis, selesai, baik Putri maupun putra.
Meski tengah menghadapi pandemi, agenda kegiatan pesantren, tetap berjalan sebagaimana mestinya, dengan ketentuan dan protokol yang sudah ditetapkan Pesantren. Pesantren melakukan kontrol dan pengawasan ketat pada kesehatan dan keterjagaan santri, dan Ujian Tulis ini, berlangsung sejak hari ini, dan InshaAllah akan berakhir pada tanggal 14 Agustus 2021.
Share via