
SUMENEP — Majelis Ma’had Tahfidh Al-Qur’an (MTA) Putra Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menggelar kegiatan Liqo’ul Ilmi bersama ulama asal Sudan, Syekh Dr. Ali Qismullah Maryud, ba’da shalat Maghrib. Acara yang berlangsung penuh khidmat ini didampingi oleh Ustadz Iqbal Ibnu Khalid, B.A. selaku penerjemah.
Dalam tausiyahnya, Syekh Dr. Ali Qismullah menekankan pentingnya menuntut ilmu sebagai fondasi utama dalam beribadah. Beliau mengingatkan para santri agar tidak memulai suatu ibadah sebelum mengetahui tata cara serta hukum-hukumnya secara benar.
”Kenapa kita datang ke pondok ini untuk menuntut ilmu? Pertama, agar kita bisa belajar ibadah dengan baik. Kedua, agar kita bisa mengajarkan ilmu tersebut kepada orang lain. Kita tidak harus menjadi mudir atau syekh, tetapi kita harus bisa menjadi orang yang mengajak kepada kebaikan,” tegas beliau di hadapan para santri.
Syekh Ali pun membagikan sebuah kisah tentang seorang mualaf yang baru masuk Islam kurang dari satu minggu. Meski baru menghafal lima ayat Surah Al-Fatihah dan membacanya secara terbata-bata, mualaf tersebut antusias menyampaikan hafalan sederhananya karena memegang teguh hadis Rasulullah SAW: Ballighu ‘anni walau aayah (Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat).
Beliau berpesan agar para santri mempelajari ilmu secara bertahap dan benar, sehingga nantinya mampu menyebarkan pemahaman yang sahih kepada masyarakat luas.
Di pertengahan materi, Syekh Ali mengajukan pertanyaan kepada para santri mengenai pilihan hidup menjadi orang biasa atau luar biasa. Untuk menjadi pribadi yang luar biasa dalam menuntut ilmu, beliau memberikan tiga wasiat utama:
Komitmen
Komitmen
Komitmen
”Kalian harus memiliki komitmen yang kuat dalam menuntut ilmu. Ilmu pastilah bersama orang-orang yang memiliki komitmen tinggi kepadanya,”.
Selain komitmen, beliau juga mengingatkan pentingnya adab dan penghormatan kepada guru. Beliau mencontohkan kisah murid Imam Malik yang berhasil mewarisi ilmu guru berkat adab tinggi yang dipelajari serta diamalkannya. Ilmu, menurut beliau, hanya bisa diraih melalui komitmen, adab, dan keikhlasan.
Rangkaian acara Liqo’ul Ilmi ini diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Syekh Dr. Ali Qismullah Maryud As-Sudani dan selesai pada pukul 19.30 WIB.
