Dasar sebuah Kesuksesan adalah Bersungguh-sungguh

Dasar sebuah Kesuksesan adalah Bersungguh-sungguh

Setelah 8 hari berlalu santriwati Ma’had Tahfidh Al-Qur’an menjalani ujian tulis semester 1,  kini mereka dihadapkan dengan ujian lisan yang mana ujian tersebut dimulai tadi pagi 13 September 2018 dan resmi dibuka di Aula Mini MTA Putri oleh Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA.

Delapan hari sebelumnya, dalam pembukaan ujian tulis pada tanggal 3 September 2018 lalu KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I selaku Pengasuh Ma’had Tahfidh Al-Qur’an menyampaikan dalam sambutan singkatnya beberapa pesan agar santriwati tidak berhenti belajar dengan sungguh-sungguh karena kesungguhan merupakan dasar kesuksesan “An laa tujad minkunna tufakkir ghaira ad dars, an laa tujad minkunna tufakkir illa bittarbiyati watta’lim”, (Tidak ada diantara kalian yang berpikir selain belajar, tidak ada diantara kalian yang berpikir kecuali pendidikan dan pelajaran). Selain itu beliau juga mengingatkan bahwa awal dari segalanya adalah doa kepada Allah SWT. sebesar apa usahamu sebesar itu pula kadar kesuksesanmu “Biqodri ta’tanii tanalu maa tatamannaa”.

Dalam pembukaan Ujian Lisan Tahun ini KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA menyampaikan dalam sambutannya bahwa setiap orang itu harus berusaha karena barang siapa yang berusaha maka dapatlah Ia (man jadda wa jada). Beliau mengingatkan kepada seluruh santriwati untuk selalu berdzikir dan beristighfar kepada Allah SWT. Berdoa tetapi bukan doa yang seperti ini “Ya Allah semoga dihapus Ujian Nasional SMP” Ujar beluai disambut dengan gelak tawa dan suara ricuh seluruh santriwati, kemudian beliau melanjutkan kembali masihatnya bahwa doa yang seperti itu akan membuat kita bebas tidak tau arah jalan tujuan kemana.

Beliau juga mengingatkan seluruh santriwati agar enantiasa menguatkan tali silaturrahmi antara satu sama lain dan saling menyayangi, karena barang siapa yang tidak menyayangi, cuek, egois maka tidak akan disayang oleh Allah SWT. Ujian dari Allah itu berat maka perbanyaklah dzikir, dengan ujian kita bisa menjadi mulia maupun menjadi hina. Sebelum mengakhiri sambutannya beliau kembali mengingatkan santriwati untuk memperbanyak istighfar lalu setelah itu beliaupun menutup sambutannya dengan doa.

Share via

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Contact
PSB
Login

Subscribe to Our Newsletters

Jangan lewatkan update terbaru dari kami ! 📩 Subscribe sekarang untuk mendapatkan konten eksklusif, tips bermanfaat, dan info terbaru ke inbox Anda