
K.H. Dr. Muhtadi Abdul Mu’in, M.A. memberikan taujih kepada para guru pengabdian MTA Al-Amien Prenduan dalam sesi kedua Kuliah Umum Kepondokan (KUK), Rabu (02/09/2026).
Profesionalisme guru pesantren bukan hanya tentang kompetensi, tetapi juga tentang karakter, keilmuan, dan ketulusan dalam berkhidmah. Sebab, ruh seorang guru adalah cerminan dari nilai-nilai dan Panca Jiwa Pesantren.
PRENDUAN – Ma’had Tahfidh Al-Qur’an (MTA) Putra Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menggelar sesi kedua Kuliah Umum Kepondokan (KUK) khusus bagi para guru pengabdian pada Rabu (02/09/2026). Sesuai dengan agenda yang dijadwalkan, kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB dan bertempat di Meeting Room SMA MTA Putra.
Sesi penguatan kualitas pendidik ini diisi langsung oleh K.H. Dr. Muhtadi Abdul Mu’in, M.A. yang mengusung tema “Menjadi Guru yang Profesional”. Sesi ini ditujukan untuk memantapkan pemahaman tugas serta peran para guru pengabdian selama berkhidmat di pesantren.
Dalam taujih-nya, K.H. Dr. Muhtadi Abdul Mu’in, M.A. menekankan bahwa profesionalisme seorang guru di pesantren dibentuk oleh perpaduan tiga elemen, yaitu karakter yang baik, potensi keilmuan yang mumpuni, serta ketulusan dalam berkhidmah.
Beliau juga merinci empat fungsi utama yang harus dijalankan oleh seluruh guru pengabdian:
Mu’allim: Berperan aktif dalam mentransfer ilmu pengetahuan secara tepat dan berkelanjutan kepada para santri.
Murabbi: Berfungsi membina, merawat, dan membimbing tumbuh kembang santri secara menyeluruh.
Mu’addib: Bertugas menanamkan nilai-nilai adab, etika, dan akhlakul karimah dalam keseharian santri.
Musyrif: Menjadi pengawas dan pendamping santri dalam mengawal kedisiplinan serta Sunnah-sunnah pondok.
Beliau menggarisbawahi bahwa Ruhul Mudarris (jiwa seorang guru) adalah cerminan langsung dari Panca Jiwa Pesantren. Melalui pembekalan ini, para guru pengabdian diharapkan mampu menjalankan amanah secara maksimal serta menjadi teladan utama bagi seluruh santri MTA Putra.
