Demi Perkuat Bacaan Al-Qur’an, Ma’had Tahfidh Al-Qur’an Adakan Kegiatan Tahsin Al-Qur’an untuk Guru Bersama Ust. Miftahul Arifin, Lc.

Menjaga Bacaan, Menjaga Amanah Al-Qur’an
Jajaran Asatidz Ma’had Tahfidh Al-Qur’an kembali mengikuti kegiatan Tahsin Al-Qur’an bersama Ust. Miftahul Arifin, Lc. di Meeting Room SMP Ma’had Tahfidh Al-Qur’an.
Pada pertemuan kali ini, materi yang dibahas berfokus pada Hamzah Qatha’ dan Hamzah Washal, mulai dari perbedaan keduanya hingga kaidah membacanya ketika memulai bacaan (ibtida’) maupun saat menyambung bacaan (washal). Materi disampaikan secara sistematis dan dilengkapi sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan penuh antusias.

 

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan ketepatan bacaan Al-Qur’an, jajaran asatidz Ma’had Tahfidh Al-Qur’an mengikuti kegiatan Tahsin Al-Qur’an yang berlangsung di Meeting Room SMP Ma’had Tahfidh Al-Qur’an. Acara yang dimulai pada pukul 18.25 WIB ini dihadiri oleh seluruh jajaran asatidz dengan pemateri Ust. Miftahul Arifin, Lc.
​Pada kesempatan kali ini, Ust. Miftahul Arifin menyampaikan materi mengenai pembagian jenis Hamzah dalam kaidah bacaan Al-Qur’an. Beliau memberi penjelasan prinsip dasar orang Arab dalam berbahasa, yaitu tidak memulai bacaan dari huruf yang berharakat sukun dan tidak berhenti (waqaf) pada huruf yang berharakat.
​penggunaan Hamzah Washal menjadi kunci saat memulai kata yang diawali huruf sukun, sedangkan penghentian bacaan dilakukan dengan mematikan huruf di akhir kata.
​Poin Penting Dalam Materi Tahsin Kali ini Yakni:
​Jenis Hamzah:
​Hamzah Qatha’ (ء): Tetap dibaca jelas, baik saat di awal kalimat (bed’an) maupun saat disambung (washlan).
​Hamzah Washal: Hanya dibaca ketika memulai bacaan di awal kata (bed’an), dan gugur/tidak dibaca ketika disambung (washlan).
​Ketentuan Hamzah Washal pada Kata Kerja (Fi’il):
Penentuan harakat Hamzah Washal saat Ibtida’ (memulai bacaan) bergantung pada huruf ketiga dari kata kerja tersebut:
​Dibaca Dammah jika huruf ketiga berharakat Dammah asli (contoh: U’budū).
​Dibaca Kasrah jika huruf ketiga berharakat Fathah atau Kasrah (contoh: Iqra’, Idrib).
​Suasana kegiatan berlangsung dengan hangat. Para asatidz menyimak materi dengan antusias, terutama saat sesi tanya jawab ketika Ust. Miftahul Arifin memberikan pertanyaan kepada salah satu ustadz yang disambut perhatian serta antusiasme oleh peserta lainnya.
Melalui kegiatan tahsin rutin ini, diharapkan seluruh jajaran asatidz dapat terus memperdalam pemahaman tajwid serta menjaga bacaan Al-Qur’annya, sehingga dapat terus meningkatkan bacaan para santri di Ma’had Tahfidh Al-Qur’an. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan harapan agar ilmu yang didapatkan memberikan keberkahan dalam setiap langkah dan denyut nadi kita.

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

#TahsinAlQuran #MahadTahfidhAlQuran #AlAmienPrenduan #MediaCenterMTA #BelajarTajwid #AsatidzMTA #TahfidhAlQuran #PonpesAlAmien

 

Share via

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Contact
PSB
Login

Subscribe to Our Newsletters

Jangan lewatkan update terbaru dari kami ! 📩 Subscribe sekarang untuk mendapatkan konten eksklusif, tips bermanfaat, dan info terbaru ke inbox Anda