
SUMENEP — Suasana penuh khidmat dan kesungguhan menyelimuti lapangan SMA Ma’had Tahfidh Al-Qur’an (MTA) Putra Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura. Seluruh santri kelas niha’ie (kelas akhir) berkumpul guna mengikuti agenda resmi Pembukaan Ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian program akhir studi di pesantren.
Acara pembukaan secara resmi dimulai dengan sambutan langsung oleh Mudir Ma’had Tahfidh Al-Qur’an, Ust. H. Hasbullah Bisri, S.Sos.I. Dalam arahannya, beliau menjelaskan pentingnya pelaksanaan TKA bagi para santri yang bersiap melangkah ke jenjang pendidikan tinggi.
”TKA akan sangat berguna nanti ketika antum akan memasuki masa perkuliahan, karena nilai TKA akan menjadi pembantu universitas dalam menentukan kualitas dari seorang individu dengan sistem yang telah merata di Indonesia. Sehingga, insyaallah tidak akan terdapat ketimpangan ataupun perbedaan dalam sistem yang telah dijalankan di setiap sekolah,” dawuh Ust. H. Hasbullah Bisri.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan taujihat dan pembukaan secara resmi oleh Pengasuh Ma’had Tahfidh Al-Qur’an Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, K.H. Moh. Khairi Husni, S.Pd.I. Mengawali dawuh-nya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada para panitia yang telah memastikan serta menjaga agar seluruh program keniha’ian dapat berjalan dengan baik.
Beliau memotivasi para santri kelas akhir untuk mengingat semua perjalanan panjang perjuangan mereka sejak pertama kali menginjakkan kaki di pesantren hingga kini mencapai tingkat akhir.
”Untuk meraih cita-cita mulia, untuk sukses dari jenjang ke jenjang—dari pertama kalian memasuki pondok ini sampai sekarang telah menginjak kelas niha’ie, hari ini antum berdiri di depan kami untuk mengikuti ujian TKA, dan nanti pun ujian-ujian lainnya sudah dan sedang menanti antum. Masa depan kalian telah menanti” tegas K.H. Moh. Khairi Husni di hadapan para santri niha’ie.
Beliau juga mengingatkan bahwa kemampuan emosional, spiritual, dan akademik yang diberikan di pesantren merupakan senjata utama bagi para santri tahfidh dalam menyambut masa depan. Oleh karena itu, beliau menyayangkan jika ada santri yang kurang mawas diri terhadap potensi dan bekal besar tersebut.
”Sangat disayangkan jika kalian tidak sadar diri, tidak mawas diri atas semua itu. Wahai calon alumni, kalian akan pulang, kalian akan melanjutkan study sebagai cermin pondok kita tercinta. Maka, seriuslah dalam menjalani semua hal yang telah menjadi ketetapan pondok. Sadarlah bahwa kamu semua adalah santri yang ditunggu orang tua serta para masyarakat,” pesan beliau dengan penuh penekanan.
Acara pembukaan ini diakhiri dengan doa bersama. Kita semua memanjatkan harapan agar setiap nasihat dan arahan yang disampaikan dapat meresap serta terpatri di dalam sanubari para santri, serta memohon agar keberkahan senantiasa menyertai setiap langkah perjuangan kita ke depannya aamiinn ya rabbal aalamiinn.
#AlAmienPrenduan #MTAAlAmien #UjianTKA2026 #SantriNihaie #PendidikanPesantren #Sumenep
Share via
