
Ahad malam (15/01/23), Ujian Al Qur’an Mid Semester II, resmi dibuka oleh Pimpinan dan Pengasuh PP. Al Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA, sementara untuk Putri, dibuka langsung oleh Pengasuh Tahfidh, KH. Moh. Khoiri Husni.
Bertempat di Majelis Tahfidh Putra, seba’da shalat Isya barjamaah, berselang beberapa menit dari selesainya rangkaian sholat jamaah, acara dilaksanakan penuh khidmah. Semua santri tampak duduk rapi, berjajar membentuk shof per kelas, menyimak dan sesekali mencatat apa yang di dawuhkan oleh KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani. Setidaknya ada dua poin utama yang beliau sampaikan dalam kesempatan ini.
Poin pertama yang menjadi wejangan beliau adalah tentang Dahsyatnya Niat. Beliau menyampaikan kepada para santri, upaya yang harus dilakukan guna mewujudkan syukur dan takwa kepada Allah adalah dengan selalu tajdidud niyah (memperbarui niat), jikalau kita meniatkan sesuatu dengan Azam (niat yang luar biasa) InsyaAllah akan ada kemudahan di dalam setiap usaha yang kita jalani. Dalam mahfudahot terdapat kalimat yg berbunyi Man sara ala darbi wa sola, mengapa dalam kata tersebut yg tertulis sara (berjalan) bukan jara (berlari) karna makna sara yg dimaksudkan adalah pentingnya seseorang untuk selalu berusaha walaupun harus berjalan (pelan dan tertatih) tanpa harus tergesa-gesa karna seseorang tersebut pasti akan mencapai hasil yg dikejar apabila dia tekun.
Imam Al Ghozali dalam kitabnya, beliau menulis Jaddidu niyatakum biqoulihi La Ilaha Illallah (Perbarui lah niat kalian dengan kalimat La Ilaha Illaallah) beliau menulis demikian, karena niat merupakan pondasi penting untuk kita dalam melakukan sesuatu, dan itu pula yang menjadi alasan mengapa disetiap sebelum shubuh kita dianjurkan untuk membaca La Ilaha Illa Anta, karena subuh adalah permulaan waktu yang dimana kita akan memulai untuk melakukan sesuatu ataupun aktivitas. Paling utamanya dzikir adalah Laa Ilaha Illallah.
Beliau juga bercerita, bahwasannya dalam satu perjalanannya, pesawat yang ditumpangi oleh beliau badan pesawatnya terguncang dikarenakan jalur pesawat yang dilalui beliau melewati ternyata melewati jalur badai, ditengah kepanikan yang luar biasa, beliau menyempatkan untuk membaca dzikir Laa ilaaha illallah. Alhamdulillah wa biidznillah jalur pesawat yang semulanya terpampang di map harus melewati jalur badai tiba tiba saja badai tersebut pindah haluan,dan akhirnya pesawat yang ditumpangi beliau beserta penumpang yang lain diberi keselamatan hingga tiba di tujuan. Dalam penuturannya pula, beliau meminta kepada para santri agar selalu memperbarui niat agar bilamana ditengah usaha yang kita jalani atau tekuni ketika kita menjumpai kesulitan, kita tidak gampang frustasi dan putus asa. Jadilah kalian santri yang strong bukan santri yang bermental tempe penyet.

Poin kedua yang beliau sampaikan adalah tentang keyakinan. Yakinkan atas diri kalian sendiri dan yakinlah jikalau kalian ini merupakan orang orang yang terpilih. Putus asa adalah salah satu ciri dari sifat orang kafir, sedangkan optimis adalah salah satu ciri dari sifat kaum mukminin. Di akhir penyampaianya, beliau berpesan bahwasannya doa adalah perantara untuk memperbaiki niat, oleh karnanya kita dianjurkan untuk mendoakan sesama muslim karna kita adalah saudara. Tajdidud Niyah bisa menjadi sebab mengapa hafalan seseorang mudah didapat dan diingat, Sedangkan susahnya seseorang mendapatkan hafalan baru dan gampang menjadi pribadi yg putus asa dan frustasi bisa jadi disebabkan karna salahnya niat.
Ujian Hifdh Al-Quran ini, akan berlangsung selama satu minggu, terhitung mulai hari ini, Senin 16 Januari 2023 bertepatan dengan tanggal 23 J. Tsani 1444H dan akan berakhir inshaAllah pada hari Ahad, 22 Januari 2023. (Ahmd)
