Tahfidh Putra (9/1) – Seba’da pelaksanaan shalat Isya yang khidmah, Majelis Tahfidh, Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Amien menjadi saksi perjalanan istimewa ananda Faris Akbar Maulana, santri kelas 6 MA asal Palembang, dalam melaksanakan ujian terbuka Hifdh Al-Qur’an 30 Juz bil ghoib.
Acara diawali dengan sambutan oleh KH. Moh. Khoiri Husni, Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Al-Amien. Dalam nasihatnya, beliau menekankan bahwa menghafal Al-Qur’an bukanlah sekadar prestasi, melainkan bentuk tanggung jawab yang besar. “Hafalan Al-Qur’an adalah amanah yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh, karena ia menjadi cahaya bagi kehidupan dunia dan akhirat,” pesan beliau.

Faris Akbar Maulana menjadi santri keenam yang melaksanakan ujian terbuka 30 Juz pada tahun ini. Sebelumnya, santri lainnya seperti Yusuf Heryanie, Wildan Nur Rahman Salam, Moh Yasin Ramadlan, Darren Hanan Bavario, dan Ahmad Hanif telah lebih dulu menyelesaikan ujian serupa.
Perjalanan Faris menuju tahap ini tentu tidak mudah. Dengan tekad yang kuat, ia berhasil melewati serangkaian proses seperti murojaah intensif, tes kelancaran ayat, serta ujian atau tryout yang menjadi batu loncatan sebelum akhirnya tampil di hadapan para asatidz dan seluruh santri.

Sesi ujian berlangsung dalam penuh khidmah, meski tanpa didampingi wali santri, Ananda Faris penuh percaya diri melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an. Setiap ayat yang dilantunkan oleh Faris menjadi bukti perjuangannya dalam menjaga Kalamullah. Acara ini diakhiri dengan doa bersama, seraya berharap agar Faris dan para santri lainnya senantiasa istiqomah bersama Al-Qur’an.
“Alfu mabruk untuk ananda Faris Akbar Maulana! Semoga hafalan Al-Qur’an ini menjadi berkah dan syafaat, serta menginspirasi generasi berikutnya untuk senantiasa mencintai Al-Qur’an,” tutup KH. Moh. Khoiri Husni. Semoga ikhtiar para santri ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menumbuhkan generasi Qur’ani yang membanggakan.

