Pesan Ustadz Agus Wedy untuk Penghafal Al-Qur’an: Jangan Sombong, Istiqamah, dan Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup

Ustadz Agus Wedy menyampaikan nasihat dalam pembukaan Khotmul Qur’an bulanan Ma’had Tahfidh Al-Qur’an Al-Amien Prenduan, Kamis (27/08/2026).
Beliau mengingatkan bahwa khotmul Qur’an bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat interaksi, menjaga istiqamah, dan menumbuhkan ketulusan dalam membersamai Al-Qur’an.
Sebab, setiap waktu yang dihabiskan bersama Al-Qur’an adalah bagian dari perjuangan yang bernilai ibadah.

Prenduan, 27 Agustus 2026 — Ma’had Tahfidh Al-Qur’an Al-Amien Prenduan kembali menggelar pembukaan kegiatan Khotmul Qur’an bulanan pada Kamis, 27 Agustus 2026. Bertempat di Musholla Salman Al-Mahmadany, kegiatan ini dibuka oleh Ustadz Agus Wedy dengan penyampaian pesan-pesan yang mengajak para penghafal Al-Qur’an untuk terus menjaga kedekatan, keistiqamahan, dan ketulusan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, Ustadz Agus Wedy menekankan bahwa khotmul Qur’an bukan sekadar rutinitas yang dilakukan setiap bulan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an. Kegiatan yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu membentuk kebiasaan untuk terus membaca dan menjaga hubungan dengan Al-Qur’an.

Sebagai penghafal Al-Qur’an, seseorang juga membutuhkan ruang yang dapat menjadi sisi terbaik dari dirinya. Dalam hal ini, panggung khotmul Qur’an dapat menjadi salah satu wadah untuk menunjukkan kesungguhan seorang penghafal dalam menjaga dan menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupannya.

Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah mengenai istiqamah. Istiqamah bukan hanya berarti bertahan melakukan suatu amalan, tetapi juga bagaimana amalan tersebut terus dilakukan secara berkesinambungan dan berkelanjutan hingga memberikan hasil yang dapat diraih. Dalam perjalanan menghafal Al-Qur’an, proses yang panjang membutuhkan konsistensi karena hasil yang besar tidak selalu dapat diperoleh dalam waktu singkat.

Ustadz Agus Wedy juga mengingatkan bahwa orang yang menyibukkan dirinya dengan Al-Qur’an tidak akan merugi. Kesibukan bersama Al-Qur’an merupakan bentuk kesibukan yang memiliki nilai di sisi Allah. Waktu yang digunakan untuk membaca, menghafal, murajaah, dan menjaga Al-Qur’an menjadi bagian dari perjuangan seorang penghafal yang memiliki nilai ibadah.

Beliau juga menyampaikan bahwa sejauh mana seseorang membaca Al-Qur’an, sejauh itu pula hubungan dan kedekatannya dengan Al-Qur’an dapat terbangun. Karena itu, membaca Al-Qur’an hendaknya tidak hanya dilakukan ketika memiliki waktu luang, tetapi menjadi bagian dari kehidupan yang terus dijaga.

Selain istiqamah, cita-cita juga menjadi hal penting dalam perjalanan seorang penghafal. Orang yang memiliki cita-cita, hidupnya akan lebih terarah. Dengan tujuan yang jelas, seseorang akan mengetahui ke mana langkahnya harus diarahkan dan apa yang harus diperjuangkan.

Perjalanan menghafal Al-Qur’an tentu tidak selalu mudah. Ada rasa lelah, jenuh, dan berbagai tantangan yang harus dihadapi. Namun, Ustadz Agus Wedy mengingatkan bahwa kelelahan seorang penghafal Al-Qur’an dalam perjuangannya dapat bernilai pahala di sisi Allah. Dengan demikian, setiap kesulitan yang dihadapi hendaknya menjadi motivasi untuk terus melangkah, bukan alasan untuk berhenti.

Nasihat yang tidak kalah penting disampaikan berkaitan dengan kerendahan hati. Beliau mengingatkan bahwa usia dan banyaknya hafalan tidak secara otomatis menentukan kemuliaan seseorang. Orang yang lebih muda belum tentu lebih rendah daripada kita. Bahkan, seseorang yang baru menghafal Juz 30 bisa jadi lebih mulia daripada orang yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an tetapi justru memiliki sifat sombong.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa tujuan utama berinteraksi dengan Al-Qur’an bukan hanya mencapai jumlah hafalan atau menyelesaikan khatam, tetapi juga membentuk pribadi yang rendah hati dan berakhlak dengan Al-Qur’an.

Pembukaan Khotmul Qur’an bulanan di Musholla Salman Al-Mahmadany ini menjadi momentum untuk kembali menguatkan tekad para penghafal Al-Qur’an di Ma’had Tahfidh Al-Qur’an Al-Amien Prenduan. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan mampu menjadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai hafalan yang tersimpan dalam ingatan, tetapi juga sebagai pedoman yang terus hidup dalam diri dan tercermin dalam perilaku sehari-hari.

#MaHadTahfidhAlQuran #AlAmienPrenduan #KhotmulQuran #TahfidhAlQuran #UstadzAgusWedy #SantriTahfidh #IstiqamahBersamaAlQuran #AlQuran #Prenduan #PondokPesantren

Share via

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Contact
PSB
Login

Subscribe to Our Newsletters

Jangan lewatkan update terbaru dari kami ! 📩 Subscribe sekarang untuk mendapatkan konten eksklusif, tips bermanfaat, dan info terbaru ke inbox Anda