
Dengan balutan busana tradisional Nusantara dan gerakan penuh semangat, para santri menghadirkan pesan bahwa keberagaman budaya bukanlah alasan untuk terpisah, melainkan kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan persatuan.
PRENDUAN — Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Mahad Tahfidh Al-Qur’an (MTA) Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, mencapai puncaknya pada malam ini yakni Malam Bhinneka Tunggal Ika. Bertempat di lapangan Asrama ma’had Ma’had Tahfidh Al Quran Putra, acara yang penuh dengan nuansa kebudayaan dan kebersamaan ini resmi dimulai tepat pada pukul 20.33 WIB.
Rangkaian acara diawali secara khidmat dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kepala Sekolah MA Ma’had Tahfidh Al Quran putra, Ust. Siddiq Mustaqim,M.Pd. Kemudian Kepala Sekolah SMP Ma’had Tahfidh Al Quran, Ust. Ahmad Habibi Walidil Kutub, S.Pd.I., memberikan fatwa dan nasihat kepada seluruh santri yang hadir. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga persatuan, rasa syukur atas kemerdekaan, serta memelihara semangat ukhuwah di tengah keberagaman latar belakang yang ada, karena ini adalah salah satu nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada kita semua .
Acara dilanjutkan dengan momen yang paling ditunggu-tunggu, yakni pembagian hadiah bagi para pemenang berbagai perlombaan Agustusan yang telah diselenggarakan sebelumnya. Tawa dan tepuk tangan mengiringi lapangan saat para pemenang naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan.
Acara berlanjut dengan penampilan Tari Adat Kombinasi yang dibawakan oleh para santri. Dengan gerakan yang energik dan penuh penghayatan, para penari berhasil menyebarkan energi positif yang berhasil mengukir senyuman seluruh penonton yang hadir malam ini.
Sebagai penutup , doa bersama dipimpin oleh Ketua MPO Ma’had Tahfidh Al Quran Putra, Ust. Nailurrahman, S.Th.I. Panggung Malam Bhinneka Tunggal Ika kemudian ditutup dengan penampilan dari para perwakilan setiap delegasi korda daerah, menampilkan keberagaman budaya Nusantara yang dibalut indah dalam bingkai kebersamaan santri Al-Amien.
Senyum kebahagiaan dan kehangatan yang terpancar malam ini menjadi bukti nyata bahwa keberbedaan latar belakang tak pernah mengurangi eratnya persaudaraan. Dari Ma’had Tahfidh Al Quran Al-Amien Prenduan untuk Indonesia, keberagaman hadir bukan untuk memisahkan, melainkan sebagai penyeimbang yang memperkokoh persatuan bangsa.

Ust. Ahmad Habibi Walidil Kutub, S.Pd.I., bersama salah satu perwakilan delegasi daerah menunjukkan piala dan penghargaan yang diraih dalam rangkaian perlombaan Agustusan pada Malam Bhinneka Tunggal Ika Ma’had Tahfidh Al-Qur’an Putra.
Bukan sekadar penghargaan, setiap pencapaian menjadi bukti semangat, kerja sama, dan kebersamaan para santri dalam menghidupkan nilai Bhinneka Tunggal Ika di tengah keberagaman.
Berbeda latar, satu tujuan; bersama dalam persaudaraan dan persatuan.

Dari panggung kebersamaan ini, para santri belajar bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi dan mempererat persaudaraan.
Bhinneka Tunggal Ika: berbeda dalam budaya, bersatu dalam persaudaraan.
#MalamBhinnekaTunggalIka #AlAmienPrenduan #MaHadTahfidh #TahfidhAlQuran #SantriAlAmien #HUTRI81 #BhinnekaTunggalIka #SantriIndonesia #PondokPesantren #IndonesiaMerdeka
Share via