Silaturahmi Wali Santri dan Majelis Kiai PP. Al-Amien Prenduan: Menjalin Komitmen untuk Pendidikan Berkarakter

Silaturahmi Wali Santri dan Majelis Kiai PP. Al-Amien Prenduan: Menjalin Komitmen untuk Pendidikan Berkarakter

Al-Amien Prenduan, Tahfidh (15/3) – Selam dua hari terakhi ini, Jum’at dan Sabtu, sejumlah mobil memadati kompleks Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Jum’at, parkiran utama putri, full dan bahkan jalanan sangat padat merayap, sehingga manajemen pesantren memberlakukan jalan satu arah. Hari ini, beralih ke wilayah Putra. Alhamdulillah selama dua hari terakhir ini, agenda silaturahmi wali santri bersama Majelis Kiai, berjalan lancar dan penuh khidmah. Pertemuan ini, bukan lah pertemuan formal, melainkan ruang dialog intensif antara wali santri, keluarga dan pesantren dalam menyiapkan generasi Qur’ani yang tangguh di masa liburan. Dipimpin langsung oleh KH. Moh. Khoiri Husni, Pengasuh Tahfidh PP. Al-Amien Prenduan, acara dibuka dengan tawassul kepada para Masyayikh Pondok, sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri pesantren dan pendahulu, seraya memohon kelancaran dan keberkahan acara ini.

“Pertemuan ini adalah ikhtiar menyamakan niat. Bukan untuk pesantren semata, tapi untuk kesuksesan bersama,” ujar KH. Khoiri dalam sambutannya yang sarat makna. Pesan tersebut lantas dipertegas oleh Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA., dalam tausiyahnya yang memadukan ketegasan dan kelembutan. Beliau mengingatkan para wali santri bahwa liburan bukan waktu untuk berhenti belajar, melainkan momentum dakwah. “Dakwah tak melulu ceramah. Cukup tunjukkan akhlak mulia, disiplin mengulang hafalan, dan jauhi kemalasan yang bersumber dari gawai,” tegasnya.

Kiai Fauzi lantas mengurai poin-poin krusial: orang tua diminta menjadi mitra pesantren dengan mengawasi murajaah harian santri selama dirumah, membatasi mereka dari penggunaan HP yang berlebih, serta memastikan kepulangan atau kedatangan santri di Pondok, tepat waktu tanpa toleransi kecuali untuk alasan syar’i (mendesak). “Liburan adalah ujian bagi komitmen. Jangan sampai pulang membawa hafalan, tapi kembali dengan kelalaian,” dawuh beliau menegaskan. Tak lupa, beliau mengajak wali santri menjadi duta pesantren dengan menyebarkan informasi rekrutmen santri baru ke lingkungan terdekat. “Ini bukan promosi, tapi berbagi keberkahan,” dawuh beliau merendah.

KH. Moh. Khoiri Husni, yang hadir penuh semangat, melengkapi pesan tersebut dengan penekanan pada pendampingan praktis. “Santri”, dawuh beliau, “sudah dibekali buku jurnal liburan sebagai alat kontrol kegiatan harian. Bantu mereka mengisi buku ini dengan jujur. Ini bukan tugas, tapi cermin kedisiplinan,” imbaunya. Beliau juga menyoroti persiapan santri calon peserta Tasyakkur Juz Amma yang masih perlu pendampingan ekstra. “Mari bersama-sama memastikan mereka siap secara mental dan hafalan,” ajak kiai khoiri mengingatkan.

Di antara derap nasihat, Kiai Khoiri menyelipkan harapan agar orang tua tak hanya membangunkan anak untuk sahur, tetapi juga mendorong kebiasaan Tahajjud. “Bangunkan mereka bukan hanya untuk makan, tapi untuk bermunajat,” ujarnya, disambut anggukan khidmat para hadirin.

Sebagai penutup, doa bersama dipanjatkan dengan khusyuk, mengalirkan harapan agar sinergi ini mendatangkan banyak keberkahan lebih-lebih ini adalah bulan Ramadhan. Rangkaian acara berakhir ketika pawa wali santri, bersalam-salaman dan sungkem kepada Pimpinan dan Pengasuh PP. Al-Amien Prenduan, berikut Majelis kiai dan guru-guru yang lain. Suasana kekeluargaan iini mengukuhkan pesan dan inti acara, bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif.

Share via

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home
Contact
PSB
Login

Subscribe to Our Newsletters

Jangan lewatkan update terbaru dari kami ! 📩 Subscribe sekarang untuk mendapatkan konten eksklusif, tips bermanfaat, dan info terbaru ke inbox Anda