
Apel Tahunan 2026 Dan Khutbatul ‘Arsyi Ponpes Al-Amien Prenduan Sumenep Madura
SUMENEP, AL-AMIEN – Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep, Madura, menggelar Apel Tahunan 2026 dan Khutbatul ‘Arsyi pada Sabtu pagi. Acara yang diadakan di lapangan utama pondok ini menjadi momentum penting penguatan nilai-nilai pendidikan serta karakter santri. Para santri dan tamu undangan telah memenuhi lapangan sejak pukul 06.00 WIB. Seluruh rangkaian acara resmi dimulai pukul 06.30 WIB ketika inspektur upacara, yakni KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, M.A., memasuki lapangan upacara. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Al-Amien Prenduan.
Setelah itu, dilakukan inspeksi upacara oleh KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, M.A., yang disusul dengan pembacaan Tri Satya Santri dan diikuti oleh seluruh santri. Berikut isi Tri Satya Santri:
Kami santri-santriwati Ponpes Al-Amien Prenduan percaya dan taat sepenuhnya kepada para pengasuh dan guru-guru serta sanggup melaksanakan semua bimbingan dengan sebaik-baiknya.
Berpegang teguh dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip pendidikan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
Menerima tindakan apapun yang diberikan oleh atau atas nama pengasuh pondok dengan penuh keikhlasan dan kesadaran.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan amanat oleh inspektur upacara. Dalam amanatnya, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, M.A., menyampaikan bahwa tahun ini acara Apel Tahunan dilaksanakan dengan lebih sederhana tanpa mengadakan parade konsulat serta Malam Bhinneka Tunggal Ika. Semua ini tentunya bukan tanpa alasan; lembaga-lembaga yang ada sedang bersiap diri untuk menghadapi ujian semester, khususnya lembaga Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI). Pondok juga baru saja sukses melaksanakan acara ‘Idul Khatmi Thariqah Tidjaniah ke-234. Walaupun dilaksanakan lebih sederhana, semua itu tidak mengurangi nilai-nilai yang terkandung dalam acara.
Beliau juga berpesan: “Hari ini tanamkan di hati kalian, jadilah santri yang santri dan santri yang memimpin. Kita harus memperjuangkan dan dapat terus menjaga adab di era yang mulai krisis adab ini. Dengan terus terjaganya adab, maka seluruh hal yang akan dikerjakan akan tetap lurus, tidak melenceng dari nilai-nilai Islam. Karena kita para calon pemimpin umat adalah pendiri pondasi untuk terciptanya peradaban yang maju. Semua hal yang kita lakukan dan kerjakan adalah pelajaran untuk santri-santriwati kita, serta tidak boleh lepas dari nilai-nilai ibadah karena semua itu sarana tarbiyah. Dengan terjaganya ruh Islamiyah di dalam diri sanubari kita, maka akan terjaga pondasi peradaban yang kita bangun bersama.”
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Wakil Pimpinan Ponpes Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ghozi Mubarak Idris, M.A.
Setelah doa, dilakukan pembacaan data prestasi santri. Seluruh santri berprestasi memasuki lapangan upacara untuk menerima hadiah atas pencapaian yang telah mereka raih.
Acara kemudian dimeriahkan dengan berbagai penampilan:
Parade Mobil: Menampilkan seluruh armada yang dimiliki oleh Ponpes Al-Amien Prenduan.
Grand Opening TMI: Santri TMI menampilkan tari kombinasi dengan mengenakan baju adat daerah.
Kopas Alpen (Komando Pasukan Khusus Al-Amien Prenduan): Penampilan gagah yang mencerminkan individu yang telah terlatih mentalnya dan serius dalam menghadapi segala medan. Mereka menampilkan step atau gerak komando satu pusat yang kompak.
Marching Band Al-Amien Prenduan: Dengan seragam biru, mereka menampilkan orkestra menawan dalam alunan musik yang berpadu indah.
Pencak Silat (Karisman): Kelompok gabungan Karate, Islaba (Ikatan Senam Lantai Balet Al-Amien), dan Cimande (Cai Iman Anu Hade / Air Suci yang Mengalir) menyuguhkan penampilan spektakuler yang menunjukkan kecermatan dan keharmonisan gerak.
Teater Al-Amien: Sebagai penutup, mereka membawakan drama kolosal bertema “Tegakkan Keadilan” yang mengisahkan tumbangnya rezim diktator Iran, Reza Pahlevi, hingga lahirnya Republik Iran Merdeka. Drama ini membawa pesan bahwa persatuan di bawah kepemimpinan yang adil dan jujur adalah kunci terbentuknya negara adidaya tanpa ketergantungan pada negara lain. Harga sebuah perubahan atau revolusi tidak seberapa dibandingkan kemajuan demi masa depan yang lebih baik.
MC menutup acara dengan menyampaikan bahwa Apel Tahunan ini bukanlah sekadar acara tahunan semata, melainkan sarana untuk mempererat serta menjadikan para santri berdedikasi dan berkhidmat sepenuhnya kepada pondok tercinta.
Seluruh rangkaian acara resmi selesai pada pukul 10.50 WIB.



#Apel Tahunan 2026 dan Khutbatul ‘Arsyi: Meneguhkan Adab, Menyatukan Langkah, Membangun Peradaban
Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan kembali menggelar Apel Tahunan 2026 dan Khutbatul ‘Arsyi dengan penuh khidmat dan semangat. Momentum tahunan ini menjadi sarana untuk meneguhkan kembali nilai-nilai pendidikan, adab, kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat pengabdian dalam diri seluruh santri.
Rangkaian acara berlangsung meriah dengan berbagai penampilan santri, mulai dari parade mobil, Grand Opening TMI, Kopas Alpen, Marching Band, hingga pencak silat dan persembahan lainnya. Di balik kemeriahan tersebut, tersimpan pesan penting bahwa setiap kegiatan merupakan bagian dari proses tarbiyah dan pembentukan karakter santri.
Dengan semangat “menjadi santri yang santri dan santri yang memimpin”, Apel Tahunan 2026 menjadi momentum untuk terus menjaga adab, memperkuat ruh Islamiyah, dan mempersiapkan generasi yang mampu menjadi bagian dari pembangunan peradaban di masa depan.
📍 Ponpes Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura
📅 8 Agustus 2026
#ApelTahunan2026 #KhutbatulArsy #AlAmienPrenduan #PonpesAlAmienPrenduan #SantriAlAmien #SantriYangMemimpin #TegakkanAdab #SemangatSantri #TahfidzMediaCenter
Share via